Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. ?Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.? pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.? Bagaimana dengan hasil hari ini bang?Sepertinya laris nich?? kata mang Udin memulai percakapan.? Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.? kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.
?Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.? kata mang Udin memelas.
?Alhamdulillah, itu harus disyukuri.?
?Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.? kata mang Udin sedikit kesal.
?Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.? kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.
?Emang begitu bang?? tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.
?Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.? kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.
Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah ?mampir? ke tempat shalat.
?Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.?
Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.
Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung ..................................Teruskan membaca, Kisah Dua Orang Tukang Sol di Cerita Motivasi dan Inspirasi











0 komentar:
Posting Komentar